|
Gaza Terbala
|
|
Oleh A. Kohar Ibrahim
Minggu, 11 Januari 2009 09:04 |
|
|
|
|
|
Serba Serbi -
Puisi
|
|
 Sajak Sajak : A.Kohar Ibrahim
I Gaza Terbala Sejak Karbala Dulukala
gaza bala terdera bala derita rakyat ala karbala cela dunia tersilang sila semenjak dulukala
gaza bala terdera bala kala bocah pun mati terluka wanita dan nenek kakek mandi darah apakah perang masih bisa dibela selaku pembela adab meski aksi itu beraksi di kerangkeng suci peradaban dunia semesta ?
gaza bala terdera bala akbar ! akbar ! akbar ! teriak hingga serak akbar ! akbar ! akbar ! derita manusia betapa akbar akbar ! akbar ! akbar ! teriak hingga serak dosa pembesar betapa akbar !
gaza bala terdera bala ribuan luka terluka beratus ratus naas tewas tergempur bom tertimbun puing desing peluru dencing klewang nyaring campur baur teriak tangis teriak tempur di bawah kibaran ragam panji dendam benci praga gagah kegagahan di medan laga dari choujiya, jabaliya hingga der el-balah
gaza bala terdera bala derita rakyat ala karbala cela dunia tersilang sila semenjak dulukala
gaza bala terdera bala akbar ! akbar ! akbar ! pembantaian manusia betapa akbar akbar ! akbar ! akbar ! teriak akbar sampai serak amin anak lima taun tewas tertembak berpuluh puluh amin pun aminah tewas tertembak ratusan ribu hingga sejuta lebih manusia nyaris tewas terjebak
gaza bala terdera bala akbar ! akbar ! akbar ! teriak akbar sampai serak akbar oh betapa akbar dosa dosa para pembesar penguasa dunia akbar penguasa dunia makar penguasa dunia ingkar : hak hak umat manusia mendasar !
gaza bala terdera bala akbar ! akbar ! akbar ! dosa manusia berdosa akbar pembinasa budi daya manusia dendam kebencian tiada terkira sekali pun di kerangkeng suci peradaban sekali pun kibar kibar panji kemegahan biadablah segala aksi kebiadaban layak ganjaran yang maha akbar !
gaza bala terdera bala derita rakyat ala karbala cela dunia tersilang sila semenjak dulukala bila kah hilang sirna ? di angkasa luas ingin ku lukis kaligrafi harmonis kebebas-damaian umat manusia : salam salom alam dunia
(6 januari 2009)
*
II Gaza Terbala Insyallah Berubah
gaza terbala ala karbala dulukala gaza terbala prilaku ala purbakala
mentari bulan bintang terangnya bagi semua orang kecuali di gaza tercengkam rajam asap gelap hujan bom dentum meriam
gaza terbala ala karbala dulukala gaza terbala prilaku ala purbakala
mentari bulan bintang terangnya bagi semua orang kecuali di gaza terhalang malang bilakah nalar mengubah gelap bersinar ?
insyallah insyallah insyallah semoga manusia jadilah manusia selayaknya di gaza di mana saja menikmati terang mentari bulan bintang
(09 januari 09)
*
III Gaza Terbala Citra Cedera Selamanya
gaza terbala ala karbala dulukala dendam benci kuasa membabi buta
tidakkah kisah kisah belum lagi sudah dakwah yang satu yang lain memonopolinya
gaza terbala prilaku ala purbakala tamak kuasa nafsu nista membinasa
tidakkah kisah kisah belum lagi sudah demi singgasana siapa saja boleh musnah
gaza terbala marabahaya segala faksi musuh maupun sekutu berseteru
tidakkah kisah kisah belum lagi sudah demi kepentingan tak peduli segala korban
gaza terbala prilaku nista tiada tara citra manusia tercedera selamanya
(10 januari 09)
* Catatan : A.Kohar Ibrahim penulis esai, prosa dan puisi mengalirkan karyanya di berbagai media massa cetak dan elektronik, blog dan milis ; bukunya antara lain berupa telaah puisi Sekitar Tempuling Rida K. Liamsi (Penerbit Yayasan Sagang Pekanbaru 2004), novel Sitoyen Saint-Jean : Antara Hidup Dan Mati (Penerbit Yayasan Titik Cahaya Elka, Batam, November 2008) dan lainnya lagi.
|