|
Kue Semprong Pak
|
|
Oleh A.Kohar Ibrahim
Selasa, 05 Januari 2010 00:01 |
|
|
|
|
|
Serba Serbi -
Puisi
|
|
Kue Semprong Pak
Oleh A.Kohar Ibrahim
kue semprong pak cuma enam ribu perak se-pak
si pedagang kadang nongkrong kadang diri antara dua keranjang pakpakan kue semprong dijaja sekalian menjaga tak tercolong
kue semprong pak cuma enam ribu perak se-pak
si pedagang tertikam cengang sudah siang kantong masih kosong hingar bingar jalanan tapi sejak pagi para pembeli sunyi sepi
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
si pedagang dahaga hanya bisa mereguk liur asin keringat tercucur basahnya mengusap legam keriput wajah seusia tujuh dasa warsa
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
si pedagang pejamkan kelopak mata komat kamit seperti baca doa bertarung sengit melawan keharap-sabaran semakin menghimpit
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
si pedagang senyum berseri seketika bocah berdiri ayah-ibu di sisi lima pak kue semprong dengan rasa girang serempak diborong
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
si pedagang sumringah menghela nafas lega pertanda asa terjaga hingga senja tiap pak kue semprong terjual keykinan menebal
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
si pedagang tenang ditantang keletihan namun kangen bini terkasih beserta tujuh anak dan lima cucu perlu perhatian sepanjang waktu ah kalau saja ini malam bisa pulang tak selalu di telan jauh malam ingin dia jemput bini lepas kerja di panti asuhan anak anak jalanan
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
si pedagang beranjak memikul keranjang yang sudah lebih ringan dalam keremangan badan jangkung krempeng nampak melengkung
kue semprong pak cuma enam ribu perak per-pak
pak kue semprong pak kue semprong segera pulang pak segeralah pulang
lha, kok?
sisa dagangan bapak saya borong sedekahkan semuanya ke panti asuhan tempat ibu mengurusi anak anak jalanan
nerima dua lembar limapuluh ribu perak si pedagang tercengang bibirnya tergerak-gerak tapi seperti lagi kehilangan kata kata sedang sang pemborong kue semprong perlahan hilang dari pandang
Tomang Betawi 03.09.2009.
*
|