| Karena Sinta Bukan Engkau | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||
![]() Karena sinta bukan engkau meski sepasukan raksasa telah menjemput dan penjarakan engkau di seberang pulau Engkau hilang tapi mestikah aku menjadi pecundang di pinggir pantai. mendengar jeritmu dari bisik angin malam bahwa engkau berlari dari kejaran hasrat rahwana dan kembali hening bila pagi muntahkan panah langit merajam kepala mereka. dia tertidur sebentar. Oh anoman gerakkan rinduku padanya yang duduk kesepian di halaman istana. oh dia tak lagi berkaca biarkan tergores kuku tajam raksasa yang nyasar Sekejab kera-kera berdatangan bagai petir sambar ketenangan, berlompat-lompat menimpuk sepi taman Rahwana murka, rahwana terbakar, taman-taman hancur, istana terendam batu beribu raksasa buta mata tersambit mereka merangkak, sembunyi pada rimbunan menjadi ular yang menyesali kekalahan lalu rahwana melingkari engkau, belitkan amarah menelan kesucian yang terjaga di mahkota, engkau lelehkan darah. engkau terdiam saat tahu tak bermahkota lagi.tapi bangau-bangau mematuk muka rahwana dan bersarang di kepalanya Jika sinta bukanlah engkau kesucian sinta bukan kesucianmu barangkali serupa bakau di tepi laut menyimpan rahasia sinta sepanjang bibir laut meski suaraku kicaukan sakitmu tertancap taring rahwana yang tak mau mati Bekasi, 08032008
|
|||
| Terakhir Diupdate ( Sabtu, 14 Maret 2009 09:22 ) |


















