| Di Kebun Binatang | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||
|
Kebun ini mengingatkan kau+aku pernah bertemu sebagaimana binatang lepas dari kandang, aku ganas kepada engkau. mencakar-cakar bajumu.robek bawahan lau ikatan tersembunyi habis kugigit, kau pun serupa daging berdarah di depanku "Aku belajar dari ganas harimau" kataku oh kau melompat-lompat mungkin senang lalu sahutkan doa seperti telanjang adam di surga kau menyambar apa yang kukenakan, bagai kera yang dikutuk menjadi maling dan menghilang dalam rimbunan. oh sebagian rahasia telah tercuri Baik akan kucari dengan gerak rajawali yang memburu anak ayam, sayap mengembang nyanyikan dosa-dosa kera kepada musa. tapi kau bergelantung di pucuk pohon. pilu dan malu melihat ular berdiam, membelit ranting tua semestinya ku harus mencengkerammu.menahan pilu dalam peluk sayap-sayapku. merasakan hangat dada di antara putaran angin yang menggila. tapi kau berontak, bulu-bulu ini terlepas, bersebaran selubungi tatap langit kau+aku terjatuh dalam tenang telaga ikan-ikan muncrat. menggelepar di kering rumputan buaya lari terbirit-birit menyadari mulutnya belum tercuci lalu sepasang angsa menangisi sebagian sayap yang tertinggal Sebuah jaring mengurung kau+aku. kami tertangkap dikurung dalam kandang singa.kiranya telah mati tapi maut mengundang para penebar jaring memungut catatan kami Di kebun ini, kesunyian seperti anak kecil bermain ayunan di ranting pohon. dia terjatuh, lutut berdarah, memanggil nama kami. lalu keluar pawang berikan susu singa nanti sang anak akan berjalan melihat wajah kami di tiap kandang Bekasi,25022009
|

















