Bekasi , Bekasinews.com.- Pemilu 2009 tengah diambang pintu, yang akan di gelar pada bulan april 2009 mendatang , Pemilu adalah pemilihan para calon wakil Rakyat yanga akan duduk di kursi empuk Dewan Perwakilan Rakyat, dari tingkat Kabupaten,tingkat Propinsi dan tingkat Pusat yaitu DPRRI, dimana setiap calon kini mulai pasang strategi dan siap adu argumentasi untuk mensosialisasikan partai maupun dirinya sebagai Caleg, agar dikenal dan dipilih Menduduki Kursi dewan terhormat. Wakil Rakyat (Legislatif) merupaka jabatan politik, yang mana setiap anggota yang terpilih , mempunyai tugas untuk menyerap aspirasi masyarakat, untuk di jadikan masukan untuk merancang kebijakan-kebijakan yang akan diambil Pemerintah, namun tetapi kebanyakan setelah terpilih para wakil Rakyat banyak yang melupakan pemilihnya, bahkan wakil rakyat yang terpilih dari daerah perwakilannya pun tidak mengenal daerahnya, sehingga harapan Rakyat memilihnya hanya harapan semu yang tak pernah terbukti untuk diperjuangkan Aspirasi masyarakat.
Janji-janji dan tebar pesona para Caleg mulai diumbardi depan public masyarakat, itu terlihat disepanjang jalan dan tempat-tempat strategis menjadi sasaran para Caleg, untuk menebar janji dan tebar pesona , Baleho ukuran besar dengan gambar caleg terpasang, tidak ketinggalan spanduk spanduk yang penuh ajakan dan janji kesejahteraan rakyat terbentang disetiap pelosok Negeri ini. Yang jadi pertanyaan masyarakat, sesuaikah? Kata-kata dan janji yang tertulis dispanduk maupun baleho akan di realisasikan jika si Caleg tersebut terpilih’ Banyak komentar postip maupun negartif dari masyarakat , dengan adanya bentangan spanduk dan Baleho para caleg . Kalau memang si Caleg memang tokoh ataupun dikenal masyarakat,tak perlu mengeluarkan bazet yang besar untuk iklan spanduk dan baleho,” mendingan dana pembuatan spanduk,Baleho,Bendera,Pamplet dan alat peraga lainnya digunakan untuk kegiatan social yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini yang tengah dilanda krisis ekonomi, lontar salah satu masyarakat. Namun bagi si Caleg dengan pemasangan spanduk dan baleho mendapat tanggapan berbeda, bagaimana kita akan dikenal dan dipilih, kalau kita tidak mensosialisasikan kepada mastarakat keberadaan si caleg dengan spanduk dan baleho, bentangan spanduk dan baleho tidak hanya sebagai ajang promosi, tapi jugasebagai unjuk program pada masyarakat jika si caleg terpilih, memang bazet yang dikeluarkan untuk kepentingan sosialisasi tidak sedikit dan itu dikeluarkan dari dana pribadi si caleg sendiri. Ini semua tinggal masyarakat yang mengambil keputusan? Untuk memilih wakil-wakil rakyatnya, kepada siapa yang akan dipilihnya,karena demokrasi adalah mutlak milik rakyat dan rakyatlah yang menentukan masa depan bangsa ini . Yang jelas si calon dibebani bazet yang cukup lumayan besar untuk meraih jabatan wakil rakyat dan jika terpilih tentunya si calon terpilih akan berupaya mengembalikan bazet yang dikeluarkan, sementara rakyat yang memilihnya akan menagih janji-janji yang diutarakan melalui spanduk maupun baleho saat kampanye. Sejatinya Wakil rakyat yang terpilih nanti komitmen akan janjinya,benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat untuk menuju kearah yang lebih baik, dan mengembalikan bazet pengeluaran dengan memakai cara-cara yang halal dari jerih payah sebagai anggota legislative, agar masyarakat yang memilihnya tidakterjebak dengan kata” pilihan rakyat sengsarakan rakyat” (M. Joko YP)
|