Menjelang Keberangkatan
Oleh A. Kohar Ibrahim    Minggu, 07 Juni 2009 23:48    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Gubah Tergugah Gurindam Duabelas
(6)


Menjelang Keberangkatan

Oleh : A.Kohar Ibrahim



BENAR, iya, benar adanya. Aku senantiasa ingat baik sebagai amanat maupun kajian dalam kunjungan ke Pulau Penyengat yang bermanfaat. Baik yang tersirat maupun yang tersurat dalam lembar Gurindam Duabelas : « Barang siapa mengenal diri / Maka telah mengenal Tuhan yang bahri. »

Maka begitulah pula adanya itikadku terpateri teguh. Terutama pada saat-saat ujian teramat berat. Seperti kini. Saat sesaat dalam persiapan keberangkatan keyakinan tiada tergoyahkan kekasihku lah penghuni singgasana kerajaan jiwa-ragaku, relung hatiku. Sesaat pula sempat ku simak baris baris puitis layaknya amanat maklumat : akan segera ku cium bumi masuk merasuk ke dalam dalamannya paling dalam gelap kelam semata-mata untuk kembali tegak beranjak melompat « menembus langit » seperti oleh baris baris kata sorang penyair terlukis.

Sesaat sebelumnya aku sempat menyapa penyair lain dari yang lain bernama Hudan hanya untuk memberi tahu betapa daku terkesan penyair Jalaluddin Rumi yang aku jumpai ketika menelusuri kerangkeng peradaban Persia sejak zaman Zarathoustra dengan Ahuramazda sekalian penampilan Garuda Perkasa dan Nyala Api di Altarsuci.

Penampilan Rumi begitu menyejukkan hati dan pikiranku dengan kehalusan budi bahasa dan pekertinya. Dengan baris baris kata puitisnya yang ramah mengundang manusia untuk menjaga asa, toleransi dan sublimasi cintakasih. Terngiang-ngiang panggil-undangannya yang ramah : « Come. » Datang, mari, datanglah…betapapun ragam macam  batu ujian kehidupan. Datanglah : « Kafilah kita bukan Keputusasaan. » Iya. Meski pernah gagal seribu kali pun, datanglah… !

Duhai, kekasih ! Adakah ini merupakan keajaiban ? Ah, betapa relatipnya dunia lama dunia baru kita ; betapa pula lama panjang dan singkatnya usia ; pertemuan pertemuan selang seling saling berkesinambungan senantiasa juga. Betapa tidak. Tadi ketika konsultasi medis di Klinik Saint-Jean adalah dokter pengganti perawatanku bernama Reza Chamlou – asal Persia. Dari padanya cahya Rumi pula bersinar binar menyejuk-hangatkan jiwa-ragaku benar-benar.

Maka dari itu, wahai kekasih, menjelang keberangkatan ku tidak sedikitpun lagi merasa gentar. Bergegas daku sigap bersiap siap mengenakan busana sepasang celana komprang berkemeja kolko putih putih anugerah terindah darimu meski rambut panjang kubiar sesekali terurai gerai manakala beranjak melonjak menunggang kuda putih semberani. Cepat melangit teriring nada irama lagu merdu syahdu : « Karbala ». Lagu peneguh jiwa dan raga selaku pengembara alam maya. « Jaga marwah, teguhkan hati. » ***
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Vnet

Iklan Kampanye

Advertising

Top Kontributor

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.