KONSULTASI HUKUM, Harta Gono Gini.
Oleh M. Salahuddin SH    Kamis, 15 Januari 2009 12:02    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 13
KurangTerbaik 
KASUS POSISI :

Nora, akhirnya jatuh juga dalam pelukan Ahmad, mantan pacarnya ketika ia masih SMA. Padahal Nora telah menikah dengan Joni, dan telah dikaruniai 3 orang anak. Tapi apa mau dikata, hubungan yang kurang harmonis dengan Joni, membuat Nora berselingkuh.
Joni yang mengetahui perselingkuhan isterinya dengan Ahmad, mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan. Setelah gugatan perceraiannya diputuskan, Joni menganggap Nora tak berhak atas harta gono-gini. Alasannya, perceraian terjadi karena kesalahan Nora yang telah berselingkuh dengan Ahmad.
Segala rumah beserta isinya, tanah, mobil, dikusai oleh Joni. Terhadap hal ini Nora tidak terima. Kata Nora harta harus dibagi. Loh…kalau kamu perlu uang, minta saja pada Ahmad teman selingkuhmu itu. Suruh dia membiayai hidupmu. Semua harta ini biar aku yang urus sebab semua harta ini aku dapat dari hasil keringatku sendiri, kamu kan Cuma di rumah saja. Bantah Joni.
Bukan Cuma itu saja, Joni beranggapan bahwa dia tak perlu mengembalikan perhiasan kakak Nora yang merupakan warisan dari orang tua Nora. Padahal dulu ketika menjualnya, uangnya dipakai untuk berbisnis. Joni berjanji akan mengembalikan uang hasil penjualan perhiasan tersebut.
Ketika Nora mendesak meminta kembali perhiasan kakaknya itu, Joni selalu mengelak dengan alasan bahwa uang perhiasan tersebut juga dinikmati oleh Nora, jadi buat apa dikembalikan..? terhadap persoalan ini tentu Nora dan kakak Nora tidak terima perlakuan Joni. Tapi dilain pihak Nora menjadi bingung, mengingat kesalahannya itu, benarkan alasan Joni untuk menguasai dan memiliki semua harta gono-gini ?

PERTANYAAN :
1.Berhakkah Nora atas harta gono-gini ?
2.Apakah kakak Nora berhak menuntut kembali uang perhiasannya ?

JAWABAN :
1.Sekalipun Nora telah dicerai oleh Joni atas kesalahannya berselingkuh dengan Ahmad, Nora tetap berhak mendapat separoh dari harta gono-gini/harta bersama yang telah didapat selama dalam perkawinan.
Pasal 35 Ayat 1 UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 menyebutkan : Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. Ayat 2 nya menyatakan: harta bawaan dari masing-masing, suami dan istri dan harta benda yang diperoleh dari masing-masing sebagai hadiah atau warisan adalah dibawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.

Pasal 36 Ayat 1 : Mengenai harta bersama suami atau istri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya

Pasal 37 : Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing.

Jadi harta benda perkawinan terdiri dari : harta bawaan, harta bersama, harta yang diperoleh dari hibah dan atau warisan.

Yurisprudensi MA No. 1476K/Sip/1982 tertanggal 17 Juli 1993 menyatakan : “Menurut hukum adat, meskipun seorang istri nusyud (ingkar atau lari dari suami). Tidaklah hilang haknya untuk mendapatkan bagiannya dari harta gono-gini yang diperoleh semasa perkawinan.”

2.Sedangkan kakaknya Nora tetap berhak atas pengembalian uang hasil penjualan perhiasan yang telah dipinjam oleh Joni. Alasannya, karena perhiasan tersebut merupakan harta bawaan yang telah diberikan oleh orang tua Nora.

Demikian jawaban dari Pengasuh. Wassalam.
    MUHAMMAD SALAHUDDIN, SH.
    
            Untuk setiap pertanyaan dapat diajukan ke :
            E-mail :          Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
                                   Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
                                   Hp. 08161914624
 

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.