| Menghitung Caleg Stress | ||||
|
|
Dalam undangannya acara menghitung caleg stress akan di mulai sejak 13 April 2009 sampai dengan 21 April 2009 yang bertempat di RUMAH SAKIT JIWA KOTA BANDUNG Jl RIAU NO. 11/ Jl. LLRE Martadinata . Dipertegas dalam undangan online tersebut peserta jangan lupa bawa alat perekam masing-masing (handycam, Tustel, minimal phone cam lah). Acara menghitung caleg stress bukan saja di tujukan untuk wilayah Kota Bandung saja tapi juga disarankan mengamati di setiap kota yang terdapat Rumah Sakit Jiwa dimana pengguna Facebook berdomisili. Guyonan pengguna facebook dengan undangan onlinenya sebenaranya sudah menjadi gejala nyata dalam beberapa hari ini. Pemberitaan di beberapa media nasional tentang kesiapan beberapa Rumah Sakit untuk menyediakan ruangan khusus bagi mantan caleg sudah lama didengungkan, bahkan dalam beberapa hari ini beberapa mantan caleg sudah menunjukkan gejala Stress. Frustasi akibat kekalahan dalam pemilu kali ini bukan saja dialami oleh para mantan Caleg tapi juga berimbas kepada anggota Tim Sukses yang selama ini mati-matian membela jagoannya. Lebih tragedisnya salah seorang anggota Tim Sukses dari caleg yang kalah di Kota Medan mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri. Belum lagi media TV memberitakan salah seorang Caleg dari Bali meninggal dunia akibat serangan jantung setelah mendengar laporan dari tim suksesnya bahwa mereka kalah. Fenome banyaknya orang stress dan gila sangat mungkin terjadi karena niat awal untuk bertarung dalam pemilu kali ini tidak semata-mata berjuangan untuk memakili konstituennya melalui jalur Legislatif. Banyak dari caleg ini yang boleh dibilang berjudi dengan kebijakan yang ada saat ini. Mereka lebih banyak memperhitungkan dampak ekonominya tatkala duduk sebagai anggota Dewan. Bahkan banyak dari mereka yang bertarung guna menghilangkan status “Pengangguran” yang melekat selama ini dipundaknya. Stress bukan saja akan dialami oleh mantan Caleg tapi bisa berimbas pada keharmonisan keluarga. Sisa hutang yang belum terbayarkan akan menjadi beban keluarga dan akibatnya setiap masalah yang timbul dalam keluarga akan dikaitkan penyebabnya dari kegagalan menjadi anggota Legislatif. Imbas stress seorang mantan Caleg juga berdampak kepada mitra bisnis mereka saat pencalegkan berlangsung. Sangat dimungkinkan saat ini banyak pengusaha yang mempunyai piutang kepada para caleg dan lebih parahnya jika Caleg tersebut tidak terpilih. Saat ini kita bisa menilai mana caleg yang memiliki jiwa pemimpin atau hanya sebagai opportunies untuk meraih kekuasaan dengan cara pintas. Saat dukungan suara kecil dan tidak terpilih menjadi anggota Dewan dan berujung pada stress atau gila maka itu tandanya caleg tersebut belum siap untuk menjadi pemimpin. Mengendalikan diri sendiri saja belum sanggup apalagi mewakili masyarakat melalui kursi legislative.
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|





Sekedar iseng atau mengolok Calon Anggota Legislatif ( Caleg ) yang gagal bertarung dalam pemilu kali ini, seorang pengguna Facebook ( FB) menggundang pengguna lainnya untuk mengikuti kegiatan yang bertemakan “Menghitung Caleg Stress” dengan sub tema “Menonton caleg yang tidak memiliki jiwa pemimpin.”





